Senin, 07 November 2011

Seni Budaya Maluku








Baju Cele khas Ambon
Pakaian adat yang berasal dari kota Ambon ini punya nama yang unik, baju Cele.


Ini dia baju Cele versi modern. Ada yang pernah dengar baju Cele? Yak, itu adalah pakaian khas dari kota Ambon, Maluku . Namanya unik, yah! Baju Cele bermotif garis-garis geometris atau berkotak-kotak kecil. Biasanya, baju Cele dikombinasikan dengan kain sarung yang warnanya tidak terlalu jauh berbeda, yang penting harus seimbang dan serasi. Kapan masyarakat Ambon menggunakan baju adat itu? Baju cele dipakai dalam upacara-upacara adat (acara pelantikan raja, acara cuci negeri, acara pesta negeri, acara panas pela, dan lain-lain.). Supaya lebih terlihat serasi, baju Cele pun dikombinasi dengan kain pelekat yang dinamakan disalele. Pemakaian sarung ini ada di luar dan melapisi baju yang ada di dalamnya.
Sarung dipakai sampai batas lutut dan menggunakan lenso, yaitu sapu tangan yang diletakan di pundak. Biasanya pakaian ini digunakan tanpa alas kaki tapi ada juga masyarakat yang menggunakan selop sebagai gantinya. Enggak ketinggalan, bagi wanita, biar lebih cantik, rambut pun dikonde. Konde atau sanggul yang digunakan yaitu konde bulan yang diperkuat lagi dengan tusukan konde yang disebut haspel. Tusuk konde itu benar-benar spesial karena terbuat dari emas atau perak. 

 
Tradisi Satu Panggil Satu
Di Pulau Seram, Maluku, terdapat sebuah tradisi yang dinamakan Tradisi Satu Panggil Satu.

Salah satu tradisi yang masih tetap dilaksanakan oleh masyarakat di P.Seram.Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat Kabupaten Pulau Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku untuk menyambut dan mengawali bulan Ramadhan."Satu Panggil Satu" sudah menjadi warisan leluhur masyakarat Kabupaten Seram Bagian Barat yang mayoritas (kebanayakan) penduduknya beragama Islam sejak ratusan tahun lalu.Sejak dini hari, warga melakukan saling panggil untuk menikmati makanan dan minuman yang telah disediakan di rumah masing-masing.
Warga nonmuslim juga bisa mengikuti tradisi ini. Karena tradisi ini tetap dilestarikan untuk menjalin kerukunan antarumat beragama. 

 Tarian Lenso

Tarian Lenso adalah tarian muda-mudi dari daerah Minahasa (sulut) dan daeah Maluku,Tarian ini biasanya di bawakan secara ramai-ramai bila ada Pesta. Baik Pesta Pernikahan, Panen Cengkeh, Tahun Baru dan kegiatan lainnya.
Tarian ini juga sekaligus ajang Pencarian jodoh bagi mereka yang masih bujang...mau coba?
Lenso artinya Saputangan. Istilah Lenso, hanya dipakai oleh orang-orang (masyarakat di daerah Sulut, sebagian Sulteng dan daerah lain di Indonesia Timur)




Sumber :: Dwi Jayanti

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar